» » Seandainya tidak Ada Pilgub

Oyos Saroso H.N.

Seandainya Indonesia tidak ada Sukarno, tidak ada Suharto, tak ada PKI, tak ada Nasakom, tanpa Jakarta, nirbromocorah, tak ada politikus busuk, tidak ada partai politik, mungkin tidak akan seperti ini kejadiannya. Rakyat dibikin termehek-mehek selama puluhan tahun, disumpal mimpi palsu, dibiarkan telanjang tanpa celana dan baju.

Seandainya di Indonesia dulu tidak ada Amerika, emas tidak dikeruk dan diangkut dan tinggal disisakan ampasnya, barangkali Papua tidak akan bergolak terus.

Seandainya Indonesia tidak ada Harmoko, tidak ada Soedomo, tidak ada  Gus Dur, tak ada Habibie, tak ada Megawati, tanpa Amien Rais, tak ada setan belang penunggu kuburan Jakarta, barangkali akan lebih damai. Tanpa hiruk pikuk. Ayem tenterem....

Seandainya Indonesia tidak ada UU 45, tidak punya Pancasila, tidak ada DPR, tak ada MPR, tak ada presiden, tak ada menteri, tak ada perampok yang nyaru sebagai nabi,barangkali, rakyat akan lebih tenang dam  tidak dibuat pusing 21 keliling sekama 24 jam nonstop.

Seandainya Indonesia tidak ada Aceh, tidak ada Jawa, tidak ada Yogya, tidak ada Papua, tidak ada Makassar, tidak ada Maluku, tanpa Lampung, barangkali hidup manusia yang membentang dari Sabang sampai Merauke akan lebih nyaman.

Seandainya Lampung tidak Yasir Hadibroto, tidak ada Poedjono Pranyoto, tidak ada Oemarsono, tidak Sjachroedin, tidak orang-orang berebut kekuasaan,  tidak ada pabrik gula yang berusaha di Lampung tapi hasilnya diboyong ke Jakarta, tidak ada brandal berdasi, tidak ada begal, tidak ada penipu, barangkali  rakyatnya akan hidup tenang.

Seandainya tidak ada KPU, tidak ada Panwas, tidak ada pilgub, barangkali ya tidak apa-apa....

Seandainya Anda tidak suka kopi pagi, saya pun malas menulis catatan ini....

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply