Kepada kerabat, handai tolan, rekan-rekan dan seluruh sahabat "FB" yang saya cintai. Izinkanlah saya mengucapkan Terima Kasih dan Cinta, yang mendalam atas segala simpati, dukungan dan partisipasi Anda semua dalam rangka keikutsertaan saya pada Pileg 2014, 9 April lalu.
Betapa terharunya saya, ketika pagi-pagi Anda menelpon, memastikan nomor urut saya dan hal-hal lain yang berkaitan dengan itu sebelum berangkat ke TPS, atau mengirim sms menginformasikan bahwa keluarga Anda telah memilih saya, dan seterusnya. Ada juga yang dengan serius menanyakan hasil pemilihan tgl. 9 April kemarin, sambil berharap saya berhasil dan terpilih. Sungguh, seluruh perhatian dan simpati ini saya simpan dalam lubuk hati terdalam yang tiada ternilai harganya.
Boleh jadi saya terpilih, dan boleh jadi tidak. Bagi kita bukan soal menang atau kalah, tetapi "bagaimana kita menang" dan "bagaimana kita kalah". Saya menolak untuk berpolitik dengan cara yang sama seperti yang selama ini sudah dianggap biasa. Inilah yang saya lawan, sehingga Anda melihat "Mengapa saya melakukan, apa yang sudah saya lakukan". Politik nilai, dianggap bodoh ditengah pragmatisme dan materialisme. Politik nilai, dianggap naif. Tapi saya memilih untuk menjadi naif, selama tidak menggadaikan keyakinan saya pada kebaikan dari sebuah aktivitas politik.
Jumlah suara saya relatif tipis, tetapi "Bernilai", karena tidak saya dapatkan dengan cara "membeli", dengan uang, harta benda, dan janji apapun yang berkaitan dengan materi. Suara-suara itu adalah "keteguhan" terhadap nilai, meski kita semua tahu itu tidak populer di dunia yang akrab dengan kekerasan, materi dan kebebalan moral ini. Anda dan saya sudah siap untuk kalah. Terima kasih untuk keyakinan dan keteguhan itu.
Bagi saya; "HIDUP HARUS DIPERJUANGKAN, BUKAN SEKADAR UNTUK MENANG ATAU KALAH, TETAPI UNTUK MEMBERI MAKNA PADA HIDUP". Anda dan saya telah berjuang untuk memberi makna pada "politik nilai", yang kita percayai. Karena itu, siapapun yang menjadi penguasa, apakah penuh kasih atau jumawa, kita harus optimis menjalani hidup kita sendiri hari demi hari.
Saya akan terus menulis puisi, mengajar di ruang kelas, berdiskusi tentang apa saja, bercengkrama dengan kawan-kawan FB saya, Anda semua. Menikmati Kopi Gayo yang lezat setiap pagi dan sore, dan mari kita lihat, apa yang bisa kita sumbangkan pada kehidupan ini. Sesungguhnya, kita adalah pemenang kehidupan, selama kita yakin pada NILAI-NILAI yang kita perjuangkan.
*penyair, tinggal di Banda Aceh


No comments: