Isbedy Stiawan ZS*
jika kau datang
membawakam gendang
akan kusambut dengan berdendang
mari kita menari, bersukariang
ayo, sulang
sekali lagi ini minuman
jika kau datang
tangan hampa
kusiapkan kertas kosong
sebagai kepompong
ayo, jangan bicara kosong
janjijanji selongsong
jika ini pagi wajahwajahmu
seperti menggoda
di lembarlembar kertas
izinkan aku tak memyemtuhmu
biarkan kertas milikku
tetap putih
tanpa lubang paku
juga belaian
matilah kau
dalam ruparupa gambar
langit tetap putih
tanah pijakku juga putih
8 April 2014
* sastrawan, bekerja di teraslampung.com
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Kopi Pagi
Social Icons
Popular Posts
- Dayang Rindu, Cerita Rakyat yang Terlupakan
- "Showroom Sapi" di Lampung Tengah: Kemitraan Wujudkan Mimpi Parjono
- Van der Tuuk, Pahlawan Bahasa (Lampung) yang Dilupakan
- Buku 33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh, Jamal D. Rahman: "Reaksinya Terlalu Berlebihan.."
- Panjang, Dermaga Penyeberangan Pertama di Lampung
- Gua Maria Padang Bulan, "Lourdes Van Lampung"
- Menjadi Pelatih Pelawak
- Pagar Dewa dan Cerita-Cerita Lain
- Sejarah Transmigrasi di Lampung: Mereka Datang dari Bagelen
- Saya Sudah Kembalikan Honor Puisi Esai dengan Permintaan Maaf


No comments: