Aboeprijadi Santoso*
Sesungguhnya PDI-P-lah pihak yang kalah. Bahkan kalah besar bila dibandingkan dengan lompatan Gerindra dan PKB (dibandingkan dgn 2009). Maklumlah, tak ada lagi struktur dan budaya membangun partai berbasis massa. Semua partai baru hidup di akar rumput cuma bebberapa minggu menjelang pemilu. Hebat dampak panjang floating mass-nya AM (Ali Moertopo) ini.
Mungkin hanya PKS, terutama PK, yang menerobos, dgn serius membangun partai kader sekaligus partai massa. Bahwa sekarang PKS kalah kecil, itu soal lain. Hanya Gerindra yang dipimpin tokoh yang lahir dari rahim Orde Baru Prabowo yang dengan sadar membangun partai massa dengan memobilisasi massa secara kontinu. Dengan kharisma dan ditopang modal besar. Ini bedanya dengan 1960-an.
Yang lain adalah partai-partai yang bolong di tengah dan keropos di akar. Inilah esensi dampak Orde Baru yg masih membekas hingga kini. Betapapun, paling menarik adalah kemenangan PKB. Ternyata yang terjadi bukan "Indonesia Hebat", melainkan PKB Hebat. Masihkah kita dlm tahapan budaya Rhoma Irama?
*jurnalis, lama bekerja di Radio Hilversum, Netherland
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Kopi Pagi
Social Icons
Popular Posts
- Dayang Rindu, Cerita Rakyat yang Terlupakan
- "Showroom Sapi" di Lampung Tengah: Kemitraan Wujudkan Mimpi Parjono
- Van der Tuuk, Pahlawan Bahasa (Lampung) yang Dilupakan
- Buku 33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh, Jamal D. Rahman: "Reaksinya Terlalu Berlebihan.."
- Panjang, Dermaga Penyeberangan Pertama di Lampung
- Gua Maria Padang Bulan, "Lourdes Van Lampung"
- Menjadi Pelatih Pelawak
- Pagar Dewa dan Cerita-Cerita Lain
- Sejarah Transmigrasi di Lampung: Mereka Datang dari Bagelen
- Saya Sudah Kembalikan Honor Puisi Esai dengan Permintaan Maaf


No comments: