Dewi Ria Angela/Teraslampung.com
JAKARTA—Kalau Anda ingin hidup dengan biaya murah, tinggallah di Banyuwangi. Menurut data yang dilansir Badat Pusat Statistik (BPS), Kamis (2/1), Daerah berjuluk "Sunrise of Java" itu menjadi kota dengan biaya hidup terendah, yakni Rp3.029.367 per rumah tangga. Rata-rata jumlah anggota rumah tangga 3,6.
Sementara kota dengan biaya hidup termahal adalah Jakarta. Menurut hasil Survei Biaya Hidup (SBH) di 82 kota di Indonesia pada 2012 lalu, Jakarta merupakan kota dengan biaya hidup termahal. Di Jakarta, nilai konsumsi rumah tangga sebesar Rp7.500.726 per bulan dengan rata-rata jumlah anggota rumah tangga 4,1.
Secara nasional, rata-rata biaya hidup sebesar Rp5.580.037 per bulan. Proporsi biaya hidup makanan dan nonmakanan masing-masing sebesar 35,04 persen dan 64,96 persen, sedangkan hasil SBH 2007 menunjukkan bahwa proporsi biaya hidup makanan dan nonmakanan masingmasing sebesar 36,12 persen dan 63,88 persen.
Kota Meulaboh merupakan kota dengan proporsi biaya hidup makanan tertinggi, sedangkan Jakarta merupakan kota dengan proporsi biaya hidup makanan terendah.
Dibandingkan dengan hasil SBH 2007, terjadi penurunan persentase biaya hidup kelompok bahan makanan dari 19,57 persen menjadi 18,85 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau dari 16,55 persen menjadi 16,19 persen; serta kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar dari 25,41 persen menjadi 25,37 persen.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Kopi Pagi
Social Icons
Popular Posts
- Dayang Rindu, Cerita Rakyat yang Terlupakan
- "Showroom Sapi" di Lampung Tengah: Kemitraan Wujudkan Mimpi Parjono
- Van der Tuuk, Pahlawan Bahasa (Lampung) yang Dilupakan
- Buku 33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh, Jamal D. Rahman: "Reaksinya Terlalu Berlebihan.."
- Panjang, Dermaga Penyeberangan Pertama di Lampung
- Gua Maria Padang Bulan, "Lourdes Van Lampung"
- Menjadi Pelatih Pelawak
- Pagar Dewa dan Cerita-Cerita Lain
- Sejarah Transmigrasi di Lampung: Mereka Datang dari Bagelen
- Saya Sudah Kembalikan Honor Puisi Esai dengan Permintaan Maaf


No comments: