Bandarlampung,Teraslampung.com - Ribuan dokter di Lampung hari ini menggelar doa bersama sekaligus membubuhkan tanda tangan di atas kain putih sepanjang 10 meter sebagai pernyataan memberikan dukungan moril pada dr Ayu yang tengah tersangkut hukum.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Lampung Boy Zaghlul Zaini mengatakan, jika dokter dipersalahkan dalam setiap tindakan medisnya, hal itu akan menimbulkan preseden buruk bagi dokter itu sendiri.
"Tentu akan ada ketakutan bagi para dokter yang mengambil tindakan medis, padahal tujuannya ingin membantu menyelamatkan pasien. Karena adanya risiko itu akhirnya kami tidak mengambil tindakan itu," kata Boy Zaghlul Zaini, di Bandarlampung, Rabu (26/11/2013).
Selain di Bandarlampung aksi serupa juga dilakukan dokter-dokter yang ada di sejumlah daerah dan kota di Bandarlampung. Meskipun hari ini, ribuan dokter di Lampung menggelar aksi, Boy memastikan pihaknya tetap melakukan pelayanan medis. "Kami tetap melayani pasien, terutama pasien darurat tetap dilayani," kata dia lagi.
Sementara itu pantauan di pelayanan poliklinik Rumah Sakit Umum Kota Bandarlampung Dadi Djokrodipo nampak lengang. Salah satu petugas layanan RS Dadi Djokrodipo Wira mengatakan hari ini dokter masih memberi pelayanan.
Hanya dokter kandungan yang tidak membuka praktek. "Kami sudah meminta izin pada Wali Kota Bandarlampung untuk tidak memberi layanan bagi pasien yang mengandung," ujar dia. (kpo)
Topics: Hukum
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Kopi Pagi
Social Icons
Popular Posts
- Dayang Rindu, Cerita Rakyat yang Terlupakan
- "Showroom Sapi" di Lampung Tengah: Kemitraan Wujudkan Mimpi Parjono
- Van der Tuuk, Pahlawan Bahasa (Lampung) yang Dilupakan
- Buku 33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh, Jamal D. Rahman: "Reaksinya Terlalu Berlebihan.."
- Panjang, Dermaga Penyeberangan Pertama di Lampung
- Gua Maria Padang Bulan, "Lourdes Van Lampung"
- Menjadi Pelatih Pelawak
- Pagar Dewa dan Cerita-Cerita Lain
- Sejarah Transmigrasi di Lampung: Mereka Datang dari Bagelen
- Saya Sudah Kembalikan Honor Puisi Esai dengan Permintaan Maaf

No comments: