![]() |
Adhi Wiriana (teraslampung.com/Lima) |
"Jumlah perokok dari kalangan penduduk miskin sampai saat ini sulit ditekan. Secara nasional perokok persentasenya meningkat tajam , termasuk perempuan yang tadinya hanya 4 persen. Bahkan sekarang perempuan perokok naik menjadi 7 sampai 8 persen,” kata Adhi Wiriana, dalam konferensi pers di Pemprov Lampung, Senin (7/4).
Menurut Adhi, seharusnya para perokok dari kelompok masyarakat miskin berpikir tentang masa depan keluarganya dan bisa berhemat. “Lebih baik uangnya digunakan untuk biaya pendidikan anak,” kata dia.
Meski pemerintah sudah melakukan berbagai upaya untuk menekan agar jumlah perokok berkurang dengan iklan di televise dan radioyang dibatasi dan iklan hanya ditayangkan saat jam 21.00 WIB ke atas.
“Namun nampaknya upaya ini tidaklah berhasil. Malahan justru dengan adanya tayangan iklan-iklan rokok yang ada di televisi justru menarik generasi muda termasuk kaum perempuan untuk ikut merokok,”ujarnya.
Provinsi Lampung hingga saat ini masih menenpati peringkat ketiga provinsi termiskin se-Sumatera setelah Aceh dan Bengkulu.
No comments: