» » » » » Teri Pulau Pasaran: Bandarlampung yang Memproduksi, Medan yang Dapat Nama

Para pekerja sedang menjemur teri. (dok lampungreview.com)
Mas Alina Arifin/Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG— Pulau Pasaran luasnya hanya sekitar 12 Ha. Secara administratif masuk wilayah Kecamatan Teluk Betung Barat, Kota Bandarlampung. Dengan daratan, pulau ini hanya dipisahkan oleh pantai yang dangkal dengan jarak kurang dari 5 km. Kapal motor menjadi satu-satunya alat transportasi untuk mencapai Pulau ini dengan tarif sebesar Rp 3.000 per orang untuk sekali jalan. Kapal motor juga bisa dicarter dengan ongkos sebesar Rp10 ribu sekali jalan.

Dilihat dari atas ketinggian di Kota Bandarlampung, Pulau Pasaran hanya tampak seperti sepetak tanah kumuh. Dari jarak dekat, Desa Pulau Pasaran juga tampak kumuh dan kurang tertata. Namun, banyak masyarakat di Lampung yang belum tahu di balik kekumuhan itu terdapat potensi ekonomi yang luar biasa.

Ya, tiap tahun total nilai produksi ikan teri Pulau Pasaran tak kurang dari Rp108 miliar. Itu adalah hasil penjualan teri belasan ribu ton per tahun. Dengan produksi sebesar itu, sumbangan Kelurahan Pulau Pasaran bagi perekonomian di Bandarlampung tidaklah kalah dengan beberapa kelurahan yang tergolong elit.

Meskipun wilayahnya terisolasi dari wilayah lain di Kota Bandarlampung,  para nelayan Pulau Pasaran tetap bersyukur. Itu karena ikan teri yang menjadi andalan hidup sebagian besar warga berlimpah.

Posisi Pulau Pasaran yang berada di daerah teluk membuat ikan teri di Pulau Pasaran tersedia sepanjang tahun. Ini berbeda dengan teri di kawasan Labuhan Maringgai, Pesisir Ranggai di Lampung Timur atau Kalianda dan Ketapang di Lampung Selatan. Meskipun begitu, jumlah tangkapan ikan teri masih dipengaruhi oleh angin. Ketika angin utara berhembus kencang, misalnya, nelayan Pulau Pasaran tidak mau melaut karena gelombang tinggi dan dipastikan produksi teri dari Pulau ini akan turun.

Stok ikan teri yang cukup di perairan yang mengitari wilayah pulau membuat kelurahan kecil yang dengan Kota Bandarlampung dipisahkan oleh laut itu tercatat sebagai salah satu penghasil ikan teri terbesar di Indonesia. Bahkan, pasokan ikan teri di seluruh Indonesia berlabel “teri medan” pun sebagian di antaranya berasal dari Pulau Pasaran. Artinya, Pulau Pasaran yang menghasilkan, Medan yang mendapatkan promosi.

Sebagian besar penduduk Pulau Pasaran berprofesi sebagai pengolah ikan asin. Para tetua desa mengaku pengolahan ikan asin di Pulau Pasaran sudah ada sejak tahun 1960-an.

Sampai  2003, pengolahan ikan teri dilakukan secara tradisional. Para pengolah hanya menunggu kiriman ikan teri hasil tangkapan para nelayan dari bagan. Cara seperti itu menyebabkan ikan teri yang semula segar turun kualitasnya.

Atas permintaan pemasar besar di Jakarta, mulai 2004 para pengolah ikan teri mengubah cara pengolahan. Begitu membeli ikan teri dari bagan, para pengolah langsung membawanya pulang dengan kapal dan langsung diolah di atas kapal. Dengan cara itu kualitas ikan teri produksi Pulau Pasaran menjadi lebih baik.

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

1 comments:

  1. Kami tantang para semua yang suka bermain judi online
    dengan kemungkinan menang sangat besar.
    anda untuk pembuatan ID dengan registrasi secara gratis.
    Untuk info lebih jelas silahkan hubungi CS kami-Online 24jam !!
    PIN BB : D61E3506
    Whatsapp : +85598249684
    L ine : Sinidomino
    raja poker

    ReplyDelete