BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com - Meskipun sebenarnya sudah ngetop sejak 1998, nama Adian Napitupulu benar-benar membuat banyak orang terkesima saat ia baru-baru ini menilai dua hal positif tentang bakal calon presiden Prabowo dengan penilaian yang 'unik'. Nyaris tanpa beban, saat Najwa Shihab memintanya memberi nilai dua hal positif tentang Prabowo, Adian menyebut "memelihara kuda" dan "memberi harapan/lowongan kepada para perempuan lajang untuk menjadi pendamping Prabowo" sebagai dua hal positif yang ada pada diri Prabowo.
Gelak tawa penonton acara Mata Najwa yang ada di studio Metro TV maupun di depan layar tv di rumah pun tak bisa ditahan. Para pengguna media sosial pun pada umumnya memberikan apresiasi kepada Adian Napitupulu sebagai mantan aktivis yang memang cerdas memiliki selera humor yang tinggi.
"Yang diungkapkan Adian adalah faktualm, bukan ejekan," tulis seorang pemilik akun Facebook.
Selain ungkapannya yang 'genuine' pada acara debat di Mata Najwa, ternyata Adian Napitulu juga pernah membuat kejutan dengan menceramahi anggota DPR RI dari Partai Demokrat, Ramadhan Pohan. Latar belakang video kemungkinan besar adalah sebuah lobi tempat rekaman acara talkshow di sebuah tv swasta.
Dalam rekaman video yang singkat itu, gaya Adian Napitupulu seperti seorang sedang berceramah. Intonasi Adian terdengar tinggi, sementara Pohan tetap dengan nada yang datar dan tidak berusaha mengimbangi Adian.
Inilah 'ceramah' Adian Napitupulu yang bersumber dari youtube:
Home
»
Video
» Nasihat Adian Napitupulu untuk Ramadhan Pohan: "Aku Pembayar Pajak, Kau Penikmat Pajak"
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Kopi Pagi
Social Icons
Popular Posts
- Dayang Rindu, Cerita Rakyat yang Terlupakan
- "Showroom Sapi" di Lampung Tengah: Kemitraan Wujudkan Mimpi Parjono
- Van der Tuuk, Pahlawan Bahasa (Lampung) yang Dilupakan
- Buku 33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh, Jamal D. Rahman: "Reaksinya Terlalu Berlebihan.."
- Panjang, Dermaga Penyeberangan Pertama di Lampung
- Gua Maria Padang Bulan, "Lourdes Van Lampung"
- Menjadi Pelatih Pelawak
- Pagar Dewa dan Cerita-Cerita Lain
- Sejarah Transmigrasi di Lampung: Mereka Datang dari Bagelen
- Saya Sudah Kembalikan Honor Puisi Esai dengan Permintaan Maaf
No comments: